Categories

Jumat, 14 Maret 2014

Kartun Budaya Asia yang Mendunia



Nama film
:
Avatar : The Legend of Aang
Genre
:
Petualangan, Fantasi
Format
:
Animasi
Pembuat
:
Michael Dante DiMartino dan Bryan Konietzko
Penulis
:
Michael Dante DiMartino, Bryan Konietzko, Aaron Ehasz, Tim hedrick, dan Nick Malis
Sutradara
:
Lauren MacMullan, Dave Filoni, Giancarlo Volpe, Ethan Spaulding, Joaquim Dos Santos
Jumlah musim
:
3
Jumlah episode
:
61
Durasi
:
24 menit
Periode siaran
:
21 Februari 2005 – 19 Juli 2008

          Avatar: The Legend of Aang adalah serial animasi televisi Amerika yang ditayangkan oleh salah satu jaringan televisi Amerika, Nickelodeon. Mengambil tempat di dalam dunia seni bela diri dan sihir unsur-unsur alam dengan pengaruh budaya Asia.
          Film yang diproduseri oleh Michael Dante DiMartino, Bryan Konietzko, dan Aaron Ehasz ini mengambil tempat di sebuah dunia fantasi, tempat tinggal manusia, berbagai binatang fantastik, dan roh-roh. Peradaban manusia di dunia ini dibagi menjadi 4: Suku Air, Kerajaan Tanah, Negara Api, dan Pengembara Udara.
          Ketika Aang berumur 12 tahun, ia diuji oleh para tetua (para biksu) Pengembara Udara dengan memilih empat mainan dari ribuan mainan pilihan. Ternyata ia memilih empat mainan milik avatar sebelumnya. Maka para biksu pun berdiskusi bahwa Aang adalah reinkarnasi avatar selanjutnya. Namun, Aang mendengar pembicaraan para biksu hingga ia pun kabur karena belum siap menerima takdirnya sebagai seorang avatar.
          Seharusnya Aang memang belum boleh diberitahukan bahwa ia seorang avatar. Pengujian ini seharusnya dilakukan dan diberitahukan kabarnya kepada Aang ketika usianya mencapai 16 tahun. Tetapi para biksu khawatir akan terjadi perang antarnegara sebelum Aang siap untuk menjadi avatar.
          Dalam perjalanan kaburnya, Aang dan Appa (bison terbang miliknya) diterpa badai petir yang luar biasa. Hingga mereka berdua pun jatuh ke dalam laut. Aang berusaha menyelamatkan nyawa mereka berdua dengan menggunakan pengendalian udaranya untuk membekukan mereka berdua.
          Satu abad kemudian mereka pun ditemukan oleh Katara dan Sokka, dua orang remaja Suku Air Selatan. Singkat cerita, mereka pun mengembara keliling dunia dengan membawa misi menyelamatkan kedamaian dunia dari Negara Api.
          Film yang dikemas dalam format animasi ini banyak meminjam seni dan mitologi Benua Asia. Banyak budaya Asia yang dipakai dalam film ini sehingga mampu memperkenalkan budaya Asia ke lingkup dunia hiburan Internasional.
          Ceritanya selalu menarik dan membuat penonton penasaran karena selalu ada cerita baru yang ditayangkan di setiap episodenya, tapi ceritanya tetap tak terputus. Karakter Aang yang senang dengan permainan, konyol, tapi serius dan bertekad kuat, Sokka yang cerdik dalam menentukan strategi perang, Katara (pengendali air) yang lembut dan keibuan namun mampu kuat dan tegas, juga Taa (pengendali tanah) yang cuek dan kuat, membuat cerita menjadi tak pernah bosan untuk ditonton. Mereka menjadi kelompok Avatar yang unik dalam cerita film ini.
          Ketika tim Avatar berusaha menghalangi penghancuran tembok Ba Tsing Se oleh Pasukan Negara Api, tim pembuat film ini memberikan efek suara dan menempatkan shoot dengan baik sehingga episode ini menjadi lebih dramatis. Juga, ketika Putri Yu Wei  mengorbankan nyawanya untuk roh bulan. Terlihat lebih dramatis dan romantis dengan efek suara dan shoot yang keren. Tampaknya tim pembuat film ini serius menggambarkan cerita dengan berbagai efek suara dan tampilan gambar yang mampu mengena di hati dan teringat dalam benak penonton.
          Namun ada beberapa bagian di film ini yang menampilkan adegan berbau seksual yang tak layak ditonton anak-anak di bawah umur, yang ditampilkan tanpa sensor di film aslinya. Sehingga meskipun film ini cocok ditonton siapapun, tetap saja untuk anak-anak di bawah umur harus berada dalam pengawasan orang tua.
          Meskipun begitu, banyak juga nilai-nilai yang dapat kita ambil dari film ini, seperti kekuatan cinta Aang kepada Katara, semangat Aang, Sokka, Katara, dan Taa dalam memperjuangkan tanah air mereka dari jajahan Negara Api, semangat Aang dalam mempelajari hal baru, yaitu mempelajari pengendalian air, tanah, dan api, dan hal-hal lain yang dapat dijadikan pelajaran jika kita melihatnya dari sisi positif.

          Film ini mengajarkan banyak hal tentang semangat, perjuangan, pengorbanan, dan cinta. Sehingga film ini baik untuk ditonton siapapun dan cocok untuk dijadikan film keluarga. Tetapi, untuk anak-anak di bawah umur harus tetap dalam pengawasan orang tua. 

Tidak ada komentar: