Nama film
|
:
|
Avatar : The Legend of Aang
|
Genre
|
:
|
Petualangan, Fantasi
|
Format
|
:
|
Animasi
|
Pembuat
|
:
|
Michael Dante DiMartino dan Bryan
Konietzko
|
Penulis
|
:
|
Michael Dante DiMartino, Bryan
Konietzko, Aaron Ehasz, Tim hedrick, dan Nick Malis
|
Sutradara
|
:
|
Lauren MacMullan, Dave Filoni,
Giancarlo Volpe, Ethan Spaulding, Joaquim Dos Santos
|
Jumlah musim
|
:
|
3
|
Jumlah episode
|
:
|
61
|
Durasi
|
:
|
24 menit
|
Periode siaran
|
:
|
21 Februari 2005 – 19 Juli 2008
|
Avatar:
The Legend of Aang adalah serial animasi televisi Amerika yang ditayangkan oleh
salah satu jaringan televisi Amerika, Nickelodeon. Mengambil tempat di dalam
dunia seni bela diri dan sihir unsur-unsur alam dengan pengaruh budaya Asia.
Film
yang diproduseri oleh Michael Dante DiMartino, Bryan Konietzko, dan Aaron Ehasz
ini mengambil tempat di sebuah dunia fantasi, tempat tinggal manusia, berbagai
binatang fantastik, dan roh-roh. Peradaban manusia di dunia ini dibagi menjadi
4: Suku Air, Kerajaan Tanah, Negara Api, dan Pengembara Udara.
Ketika
Aang berumur 12 tahun, ia diuji oleh para tetua (para biksu) Pengembara Udara
dengan memilih empat mainan dari ribuan mainan pilihan. Ternyata ia memilih
empat mainan milik avatar sebelumnya. Maka para biksu pun berdiskusi bahwa Aang
adalah reinkarnasi avatar selanjutnya. Namun, Aang mendengar pembicaraan para
biksu hingga ia pun kabur karena belum siap menerima takdirnya sebagai seorang
avatar.
Seharusnya
Aang memang belum boleh diberitahukan bahwa ia seorang avatar. Pengujian ini
seharusnya dilakukan dan diberitahukan kabarnya kepada Aang ketika usianya
mencapai 16 tahun. Tetapi para biksu khawatir akan terjadi perang antarnegara
sebelum Aang siap untuk menjadi avatar.
Dalam
perjalanan kaburnya, Aang dan Appa (bison terbang miliknya) diterpa badai petir
yang luar biasa. Hingga mereka berdua pun jatuh ke dalam laut. Aang berusaha
menyelamatkan nyawa mereka berdua dengan menggunakan pengendalian udaranya
untuk membekukan mereka berdua.
Satu
abad kemudian mereka pun ditemukan oleh Katara dan Sokka, dua orang remaja Suku
Air Selatan. Singkat cerita, mereka pun mengembara keliling dunia dengan
membawa misi menyelamatkan kedamaian dunia dari Negara Api.
Film
yang dikemas dalam format animasi ini banyak meminjam seni dan mitologi Benua
Asia. Banyak budaya Asia yang dipakai dalam film ini sehingga mampu
memperkenalkan budaya Asia ke lingkup dunia hiburan Internasional.
Ceritanya
selalu menarik dan membuat penonton penasaran karena selalu ada cerita baru yang
ditayangkan di setiap episodenya, tapi ceritanya tetap tak terputus. Karakter
Aang yang senang dengan permainan, konyol, tapi serius dan bertekad kuat, Sokka
yang cerdik dalam menentukan strategi perang, Katara (pengendali air) yang
lembut dan keibuan namun mampu kuat dan tegas, juga Taa (pengendali tanah) yang
cuek dan kuat, membuat cerita menjadi tak pernah bosan untuk ditonton. Mereka
menjadi kelompok Avatar yang unik dalam cerita film ini.
Ketika
tim Avatar berusaha menghalangi penghancuran tembok Ba Tsing Se oleh Pasukan Negara
Api, tim pembuat film ini memberikan efek suara dan menempatkan shoot dengan
baik sehingga episode ini menjadi lebih dramatis. Juga, ketika Putri Yu Wei mengorbankan nyawanya untuk roh
bulan. Terlihat lebih dramatis dan romantis dengan efek suara dan shoot yang
keren. Tampaknya tim pembuat film ini serius
menggambarkan cerita dengan berbagai efek suara dan tampilan gambar yang
mampu mengena di hati dan teringat dalam benak penonton.
Namun ada beberapa bagian di film ini
yang menampilkan adegan berbau seksual yang tak layak ditonton anak-anak di
bawah umur, yang ditampilkan tanpa sensor di film aslinya. Sehingga meskipun
film ini cocok ditonton siapapun, tetap saja untuk anak-anak di bawah umur
harus berada dalam pengawasan orang tua.
Meskipun
begitu, banyak juga nilai-nilai yang dapat kita ambil dari film ini, seperti
kekuatan cinta Aang kepada Katara, semangat Aang, Sokka, Katara, dan Taa dalam
memperjuangkan tanah air mereka dari jajahan Negara Api, semangat Aang dalam
mempelajari hal baru, yaitu mempelajari pengendalian air, tanah, dan api, dan
hal-hal lain yang dapat dijadikan pelajaran jika kita melihatnya dari sisi
positif.
Film
ini mengajarkan banyak hal tentang semangat, perjuangan, pengorbanan, dan
cinta. Sehingga film ini baik untuk ditonton siapapun dan cocok untuk dijadikan
film keluarga. Tetapi, untuk anak-anak di bawah umur harus tetap dalam
pengawasan orang tua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar