Lihatlah dengan KEDUA MATAMU ^^
Memainkan jemari dalam coretan hari, atau hanya sekedar berkicau arti | dengan itu aku mengungkap rasa, benak, dan keluh.
Kamis, 25 Oktober 2012
Selasa, 09 Oktober 2012
Pernyataan Aneh
Nyanyian
Sparrow, burung pipit sahabatku menyambut matahari yang baru beberapa saat lalu
muncul. Ia terbang menghampiriku dan bertengger di ujung jariku ketika aku
membuka jendela kamar. Dengan riang ia mengajakku tersenyum. Ah, pagi yang
indah di Negri Escapist.
Daun-daun
biru, sebiru langit di atas tanah Negri Escapist yang terkenal dengan mawar
ungu yang hanya tumbuh di halaman istanaku. Pohon-pohon yang heksahedral pun
menambah ciri khas dari negri yang ku pimpin ini. Bunga melati hitam yang
semerbak harumnya tiada tandingan. Air menitik di atas tumbuhan yang tumbuh
ceria di negri ini. Embun. Tadi malam hujan tidak turun, tapi karena negri ini
berada di puncak gunung Abadi. Segar.
Aku berjalan-jalan
sambil menyapa para penduduk yang ramah. Namun di suatu tempat, aku bertemu
seorang kakek yang kesusahan membawa sekeranjang pepaya merah muda. Aku
bergegas membantunya. Ia tersenyum. Sambil berbincang-bincang kami menuju
sebuah rumah kecil di dekat hutan terong emas. Tiba-tiba telfonku berdering...
“halo?”
ucap seseorang di sana.
“ada
apa Ayah?”
“Astuti,
kenapa kamu langsung keluyuran? Mandi dan sarapan dulu! Cepatlah pulang!”
Dengan
malu karena kakek itu mendengar pembicaraan aku dan ayah, aku pamit pulang.
Sebelumnya kakek itu berterimakasih padaku dan memberiku sebuah pepaya merah
muda dan sebuah terong emas.
“makanlah
buah-buah itu setelah kamu sarapan, gadis manis!” ucapnya dengan suaranya yang
ia paksakan keras.
“iya,
Kek. Terima kasih” aku meninggalkannya
dengan senyuman.
***
Aku
segera mengambil garpu dan pisau untuk memakan buah-buah itu. Tapi, saat pisau
menyentuh kulit buah pepaya merah muda, buah itu menggeliat, bergerak-gerak
seakan ada sesuatu yang hendak keluar dari dalamnya. Tiba-tiba... Puff! Muncul
seorang pria kecil seukuran pepaya. Ia tertawa melihatku yang kaget.
“ahirnya
kau ku temukan juga, Putri Astuti! Hahaha” gelak tawanya membahana di seluruh
penjuru ruang makan istana.
“boleh
aku pinjam HPmu?” tanyanya.
Aku
memberikan HPku ragu, sedikit tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Baru kali
ini aku melihat pria kecil seukuran pepaya yang berjerawat! Aku mengalihkan
pandanganku dari wajahnya karena ia memergoki aku yang jijik melihat jerawat
yang tak terhitung jumlahnya. Aku terkekeh, tapi ia segera menggenggam
gantungan HP kesayanganku yang berbentuk kelinci imut dan mengambilnya. Ia
berlari keluar sambil berteriak, “jika kau mau ini kembali, ambillah di puncak
Gunung Gagap. Hahaha!”
***
Aku
mengajak Sparrow untuk menemaniku mengambil kelinciku kembali. Sebelum berangkat,
aku pergi ke desa membeli peta Gunung Gagap. Ternyata murah, hanya seharga
sepuluh biji kenari. Lalu ku lanjutkan dengan membeli makanan burung, roti
blueberry, susu kental manis, paku, dan beberapa potong gaun.
Aku dan
Sparrow mulai beranjak meninggalkan Negri Escapist menuju puncak Gunung Gagap.
Awalnya aku berjalan ke utara sejauh sepuluh langkah kaki, lalu belok kiri
limapuluh langkah, ke kanan duapuluh langkah dan belok ke utara seratus
duapuluh delapan langkah. Setelah itu aku mendaki tebing-tebing curam dengan
kemiringan 1790. Huh, sungguh lelah sekali.
Beberapa
langkah ke depan, lelaki kecil itu muncul tiba-tiba dari dalam tanah dan
mengejutkan aku serta Sparrow. Ia terkekeh lalu menunjukkanku kelinci imut yang
dia ambil dariku. Aku segera meraihnya tapi tak dapat!
“eh
eh eh. Nanti dulu, jangan buru-buru. Kamu tahu tidak kelinci imut ini milik
siapa?”
“milikku!”
“salah!
Kamu mendapatkan ini dari Ayahmu kan? Kamu pasti tak tahu, Ayahmu mendapatkan
kelinci ini dariku. Jadi, ini milikku.”
“tidak
mungkin! Kamu bohong! Itu kelinci kesayanganku... kembalikan!”
“jika
kamu mau ini, kamu hanya perlu menjawab pertanyaan dariku.”
“baiklah.”
“maukah
kau menikah denganku?”
Tiba-tiba
pria kecil berjerawat ini melayang keangkasa. Berputar-putar. Lalu turun lagi dengan
wujud baru, ia seperti pangeran tampan!
“siapa
kau?” tanyaku heran.
“aku
pangeran dari Negri Hiburan. Aku selalu mengikutimu di Twitter dan aku selalu
berkunjung melihat status-statusmu di Facebook. Tapi aku malu menampakkan
diriku karena aku terlalu tampan. Padahal aku ingin sekali segera menikah
denganmu. Bersediakah kau?”
“???”
Langganan:
Komentar (Atom)













